Resiko Operasional
& Perubahan Kurs
Bab
mengenai pengukuran risiko menjelaskan bahwa risiko operasional merupakan
risiko yang paling “tua” tetapi belum diketahui karakteristiknya dibandingkan
risiko lainnya seperti risiko pasar , risiko tingkat bunga , risiko kredit.
Dikatakan paling tua karena perusahaan berurusan dengan aspek operasional
praktis sejak perusahaan berdiri.
Sistem
operasional yang efektif bisa mengendalikan risiko operasional. Manajemen
kualitas pada dasarnya ingin memperbaiki kualitas output melalui pengendalian operasional. Konsep tersebut pertama
kali populer untuk proses produksi. Pada perkembangan lainnya manajemen
kualitas juga diterapkan untuk lainnya , seperti sektor pelayanan (jasa).
Manajemen Eksposur
Akuntansi
Eksposur akuntansi terjadi jika perusahaan, khususnya
perusahaan multinasional, melakukan konversi laporan keuangan dari satu mata
uang ke mata uang lainnya.
Alternatif
Manajemen Akuntansi
|
Kurs
|
Melemah
|
Menguat
|
|
Aset
|
Dikurangi
|
Ditambah
|
|
Kewajiban
|
Ditambah
|
Dikurangi
|
Jika
dalam situasi diatas, rupiah diperkirakan melemah, maka alternatif yang bisa
dilakukan adalah mengurangi aset dan/atau menambah kewajiban. Tetapi cara
seperti itu tidak sepenuhnya menghilangkan risiko, karena kita masih menebak-nebak
arah perubahan kurs. Dalam hal ini kita melakukan spekulasi. Jika tebakan kita
salah, maka kita akan merugi. Jika pasar sudah efisien, maka alternatif semacam
itu tidak akan menghasilkan keuntungan. Alternatif lain dengan menggunakan
derivatif untuk mencegah kerugian yanng muncul akibat perubahan kurs.
Manajemen Eksposur Operasi
Eksposur
operasi terjadi karena perubahan kurs akan mengakibatkan terganggunya operasi
perusahaan. Manajemen eksposur operasi bisa dilakukan sebagai berikut :
a. Jangka pendek : memanfaatkan situasi
perubahan kurs untuk kepentingan perusahaan.
b. Jangka panjang : mengurangi
sensitivitas operasi perusahaan terhadap perubahan kurs
-
Memanfaatkan Situasi Perubahan Kurs
Misalkan
perusahaan Jepang sedang bersiap-siap untuk meluncurkan produk baru di Amerika
Serikat. Tiba-tiba yen melemah signifikan terhadap dollar. Jika yen melemah
terhadap dollar, maka harga produk tersebut dalam $ akan menurun. Karena
harganya turun, maka situasi tersebut tersebut merupakan kesempatan baik untuk
merebut pangsa pasar di Amerika Serikat.
-
Mengurangi Sensitivitas Operasi Perusahaan Terhadap
Perubahan Kurs
Pengaruh
sensitivitas tersebut bisa dilakukan melalui beberapa cara sebagai berikut :
v Aspek
Pemasaran. Perusahaan bisa membuat pemasaran
yang membuat konsumen berkurangnya sensitivitasnya terhadap kurs, misal dengan
mendiferensiasikan produknya. Produk terdiferensiasi mempunyai fitur tertentu
yang menarik konsumen membeli. Konsumen membeli bukan karena harga, melainkan
karena fitur tersebut.
v Cara lain adalah dengan
mendiferensiasikan pasar di luar negeri. Sebagai contoh , jika perusahaan
Jepang, 90% eksposurnya ke Amerika Serikat, maka penguatan yen terhadap dolar
akan menimbulkan masalah. Perusahaan tersebut bisa mendiversifikasikan pasarnya
sehingga akan mengeksposurkan produknya.
v Aspek
Produksi. Perusahaan bisa melakukan manajemen
eksposur operasi melalui aspek produksi. Sebagai contoh, perusahaan Jepang
menghadapi masalah dengan penguatan yen terhadap dollar. Jika perusahaan
tersebut membeli inputnya tidak hanya dari Jepang, tetapi juga dari negara
lain. Alternatif lainnya perusahaan bisa memindahkan fasilitas produknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar