Sabtu, 02 Juli 2016

Resiko Operasional & Perubahan Kurs (MR)-pert12

Resiko Operasional & Perubahan Kurs

Bab mengenai pengukuran risiko menjelaskan bahwa risiko operasional merupakan risiko yang paling “tua” tetapi belum diketahui karakteristiknya dibandingkan risiko lainnya seperti risiko pasar , risiko tingkat bunga , risiko kredit. Dikatakan paling tua karena perusahaan berurusan dengan aspek operasional praktis sejak perusahaan berdiri.
Sistem operasional yang efektif bisa mengendalikan risiko operasional. Manajemen kualitas pada dasarnya ingin memperbaiki kualitas output melalui pengendalian operasional. Konsep tersebut pertama kali populer untuk proses produksi. Pada perkembangan lainnya manajemen kualitas juga diterapkan untuk lainnya , seperti sektor pelayanan (jasa).

Manajemen Eksposur Akuntansi
Eksposur akuntansi terjadi jika perusahaan, khususnya perusahaan multinasional, melakukan konversi laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya.
Alternatif Manajemen Akuntansi
Kurs
Melemah
Menguat
Aset
Dikurangi
Ditambah
Kewajiban
Ditambah
Dikurangi

Jika dalam situasi diatas, rupiah diperkirakan melemah, maka alternatif yang bisa dilakukan adalah mengurangi aset dan/atau menambah kewajiban. Tetapi cara seperti itu tidak sepenuhnya menghilangkan risiko, karena kita masih menebak-nebak arah perubahan kurs. Dalam hal ini kita melakukan spekulasi. Jika tebakan kita salah, maka kita akan merugi. Jika pasar sudah efisien, maka alternatif semacam itu tidak akan menghasilkan keuntungan. Alternatif lain dengan menggunakan derivatif untuk mencegah kerugian yanng muncul akibat perubahan kurs.

Manajemen Eksposur Operasi
Eksposur operasi terjadi karena perubahan kurs akan mengakibatkan terganggunya operasi perusahaan. Manajemen eksposur operasi bisa dilakukan sebagai berikut :
a.    Jangka pendek : memanfaatkan situasi perubahan kurs untuk kepentingan perusahaan.
b.    Jangka panjang : mengurangi sensitivitas operasi perusahaan terhadap perubahan kurs
-          Memanfaatkan Situasi Perubahan Kurs
Misalkan perusahaan Jepang sedang bersiap-siap untuk meluncurkan produk baru di Amerika Serikat. Tiba-tiba yen melemah signifikan terhadap dollar. Jika yen melemah terhadap dollar, maka harga produk tersebut dalam $ akan menurun. Karena harganya turun, maka situasi tersebut tersebut merupakan kesempatan baik untuk merebut pangsa pasar di Amerika Serikat.
-          Mengurangi Sensitivitas Operasi Perusahaan Terhadap Perubahan Kurs
Pengaruh sensitivitas tersebut bisa dilakukan melalui beberapa cara sebagai berikut :
v  Aspek Pemasaran. Perusahaan bisa membuat pemasaran yang membuat konsumen berkurangnya sensitivitasnya terhadap kurs, misal dengan mendiferensiasikan produknya. Produk terdiferensiasi mempunyai fitur tertentu yang menarik konsumen membeli. Konsumen membeli bukan karena harga, melainkan karena fitur tersebut.
v  Cara lain adalah dengan mendiferensiasikan pasar di luar negeri. Sebagai contoh , jika perusahaan Jepang, 90% eksposurnya ke Amerika Serikat, maka penguatan yen terhadap dolar akan menimbulkan masalah. Perusahaan tersebut bisa mendiversifikasikan pasarnya sehingga akan mengeksposurkan produknya.
v  Aspek Produksi. Perusahaan bisa melakukan manajemen eksposur operasi melalui aspek produksi. Sebagai contoh, perusahaan Jepang menghadapi masalah dengan penguatan yen terhadap dollar. Jika perusahaan tersebut membeli inputnya tidak hanya dari Jepang, tetapi juga dari negara lain. Alternatif lainnya perusahaan bisa memindahkan fasilitas produknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar