Instrumen
Derivative
Instrumen
derivative adalah instrument yang nilainya diturunkan dari nilai aset yang
menjadi dasarnya (underlying assets).
Aset yang menjadi dasar tersebut bisa sangat
beragam, mulai dari sekuritas (saham, obligasi), komoditas (emas, olefin),
valas, bahkan instrument derivative lainnya.
Instrumen derivative sangat bermanfaat untuk
manajemen risiko, yaitu bisa digunakan untuk hedging (lindung nilai).
Menurut
PSAK 55 Derivatif adalah suatu instrumen keuangan atau kontrak lain dengan tiga
karakteristik berikut ini:
1.
Memiliki:
·
Satu atau lebih variabel pokok yang mendasari (under-
lying) ,dan
·
Satu atau lebih jumlah nosional (notional amount)
atau syarat pembayaran atau keduanya.
2.
Persyaratan perjanjian tidak memerlukan investasi awal
bersih (initial net investment), atau memerlukan investasi awal bersih
dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh
jenis perjanjian lainnya yang diperkirakan akan menghasilkan efek yang sama terhadap
perubahan dalam faktor-faktor pasar.
3.
Persyaratan perjanjian mengharuskan atau memungkinkan
penyelesaian sekaligus (net settlement), atau instrumen derivative
dapat segera diselesaikan dengan sarana terpisah di luar perjanjian tersebut,
atau persyaratan perjanjian mengakibatkan penyerahan aktiva sehingga
penyelesaian yang terjadi secara substansial tidak berbeda dengan net
settlement.
Menurut
Siahaan (2008), derivatif adalah semacam kendaraan keuangan yang diturunkan
atau diperanakkan dari induknya apakah induknya ini asset keuangan saham atau
obligasi, komoditi, atau berbagai macam indeks seperti IHSG, LQ45, Hanseng, dan
jenis-jenis lainnya. Sedangkan Wikipedia mendefinisikan derevatif sebagai
sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya
diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi acuan pokok.
Definisi
diatas memberikan pandangan bahwa derivatif merupakan kontrak perjanjian dan
kesepakatan antara dua belah pihak pembeli dan penjual yang didalam kontraknya
telah disepakati sekarang, namun realisasinya dimasa yang akan datang.
JENIS
DEREVATIF
Berdasarkan
sifatnya derevatif dikelompokkan menjadi dua bagian (Madura: 2006) yaitu;
1)
Derivatif Komoditas
Derevatif komuditas merupakan
kontrak derevatif yang terjadi pada barang-barang komoditi, seperti produk
hasil pertanian, perkebunan, perikanan (soft commodities) dan hasil
pertambangan, emas dll. (hard commodities).
2)
Derivatif Keuangan
Derevatif keuangan merupakan
kontrak derevatif yang terjadi pada instumen keuangan, seperti mata uang,
saham, indeks gabungan, tingkat bungan jangka pendek, surat pembendaharaan
negara dan obligasi.
Macam-Macam Transaksi Derivatif:
a.
Spot Contract
Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan
pen-jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the
counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari.
b.
Future Contract
Futures adalah kesepakatan kontrak tertulis
antara dua pihak (pembeli dan penjual) untuk melakukan dan menerima penyerahan
sejumlah aset/komoditi dalam jumlah, harga dan batas waktu tertentu. Instrumen
futures biasanya dikenal juga dengan istilah transaksi future contract. Future
contract adalah kontrak untuk membeli sesuatu aset di masa depan dengan harga
yang ditetapkan dan diperdagangkan di bursa dengan sifat terstandar.
Transaksi
futures yaitu transaksi valas dengan perbedaan nilai antara pembelian dan
penjualan future yang tertuang dalam future contracts secara simultan untuk
dikirim dalam waktu yang berbeda.
Pembeli maupun penjual kontrak mempunyai kewajiban melaksanakan kontrak tersebut, apapun kenyataan yg terjadi di kemudian hari (menguntungkan ataupun merugikan).
Pembeli maupun penjual kontrak mempunyai kewajiban melaksanakan kontrak tersebut, apapun kenyataan yg terjadi di kemudian hari (menguntungkan ataupun merugikan).
Kontrak
futures merupakan perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi:
a.
Pembeli
futures setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau asset tertentu) dari
penjual futures dalam jumlah tertentu dengan harga tertentu pada waktu yang
telah ditentukan dalam kontrak
b.
Penjual
futures setuju untuk menjual suatu komoditi atau asset tertentu kepada pembeli
futures dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu dan pada batas waktu yang
ditentukan dalam kontrak .
Manfaat kontrak futures:
1)
Futures
sebagai lindung nilai (hedging) : melindungi nilai asset yang dijadikan patokan
dari ancaman risiko ketidakpastian perubahan harga di masa depan.
2)
Futures
sebagai sarana spekulasi : para spekulator mencari keuntungan dari perubahan
harga yang terjadi. Instrumen futures sebagai ajang spekulasi adalah untuk
memperoleh keuntungan dari perubahan harga yang terjadi. Para spekulan secara
sukarela menanamkan modalnya dalam futures yang beresiko untuk memperoleh
keuntungan secara cepat dengan membeli pada saat harga rendah dan menjual
dengan harga tinggi. Jadi, tujuan yang ingin dicapai oleh spekulan hanyalah
untuk mengejar return dari pergerakan harga yang fluktuatif (capital gain),
tanpa melakukan transaksi pada perdagangan komoditi atau aset yang menjadi
underlying pada futures secara fisik.
c.
Forward Contract
Foward adalah Tansaksi/kontrak
membeli/menjual valuta asing lawan valuta lainnya pada tanggal valuta dimasa
yang akan datang dengan harga/rate yang sudah ditentukan sekarang (pada tanggal
kontrak).
Seringkali
suatu bank devisa yang memiliki aktiva atau kewajiban dalam valuta asing dalam
jumlah yang besar berupaya untuk menghindar adanya kerugian akibat selisih
kurs. Upaya ini dikenal dengan hedging dalam hutang ataupun piutang. Di dalam
melakukan hedging ini bank akan melaksanakan pembelian atau penjualan valuta
asing secara berjangka, atau dikenal dengan forward.
Dalam
transaksi forward, piutang atau hutang valuta asing dicatat sebesar kurs tunai
yang berlaku pada saat itu (spot rate), sedangkan hutang atau piutang Rupiah
dicatat sebesar kurs masa depan (forward rate), yaitu kurs pertukaran mata uang
asing di hari kemudian yang ditentukan berdasarkan perjanjian.
d.
Swap Contract
Swap adalah Suatu kontrak untuk
membeli/menjual sejumlah valuta asing (refference currency) terhadap valuta
asing lainnya (non-refference currency) pada tanggal valuta tertentu dan secara
bersamaan disepakati untuk menjual/membeli kembali jumlah tersebut di masa yang
akan datang dengan harga yang telah ditetapkan.
Salah satu
jenis hedging dan upaya untuk meraih keuntungan dalam mekanisme pasar uang
adalah dengan melakukan gadai valuta asing atau dikenal dengan istilah SWAP.
Ada 2 jenis transaksi SWAP:
1)
Transaksi
SWAP suku bunga dalam rangka pendanaan. Untuk transaksi Swap pendanaan: Selisih antara suku bunga yg dipertukarkan
(original interest rate) dgn suku bunga yg diperjanjikan (contracted interst
rate) disajikan sbg penambah atau pengurang beban dana dan diamortisasikan
secara proporsional selama jangka waktu kontrak.
2)
Transaksi
SWAP suku bunga dalam rangka trading. Untuk transaksi Swap trading: Selisih
antara suku bunga yang dipertukarkan dgn suku bunga yg diperjanjikan diakui sbg
laba atau rugi pada akhir masa kontrak.
Transaksi swaps (currency swap) yaitu perjanjian untuk menukar suatu mata uang dengan mata uang lainnya atas dasar nilai tukar yang disepakati dalam rangka mengantisipasi risiko pergerakan nilai tukar pada masa mendatang. Singkatnya, transaksi swap merupakan transaksi pembelian dan penjualan secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan dua tanggal penyerahan yang berbeda. Pembelian dan penjualan mata uang tersebut dilakukan oleh bank yang sama dan biasanya dengan cara “spot terhadap forward” Artinya satu bank membeli tunai (spot) sementara mitranya membeli secara berjangka (forwad) .
Transaksi swaps (currency swap) yaitu perjanjian untuk menukar suatu mata uang dengan mata uang lainnya atas dasar nilai tukar yang disepakati dalam rangka mengantisipasi risiko pergerakan nilai tukar pada masa mendatang. Singkatnya, transaksi swap merupakan transaksi pembelian dan penjualan secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan dua tanggal penyerahan yang berbeda. Pembelian dan penjualan mata uang tersebut dilakukan oleh bank yang sama dan biasanya dengan cara “spot terhadap forward” Artinya satu bank membeli tunai (spot) sementara mitranya membeli secara berjangka (forwad) .
e.
Option Contract
Option adalah Hak untuk membeli atau menjual
sejumlah valuta asing tertentu dengan harga yang telah ditentukan (strike
price) untuk suatu periode tertentu dengan membayar/menerima sejumlah premi.
Dalam definisi yang lain, Option adalah suatu
kontrak antara holder dan writer yang memberikan hak (bukan kewajiban ataupun
obligasi) kepada holder (pemegang kontrak) untuk membeli atau menjual suatu
aset pada harga tertentu (exercise price/strike exercise) dalam jangka waktu
tertentu (expiration date). Option bisa dianalisa resikonya dan dilindungi
nilainya dengan Hedging. Resiko merupakan faktor yang penting bagi investor untuk mengambil keputusan.
Transaksi option (currency option) yaitu perjanjian yang memberikan hak opsi (pilihan) kepada pembeli opsi untuk merealisasi kontrak jual beli valutaa asing, tidak diikuti dengan pergerakan dana dan dilakukan pada atau sebelum waktu yang ditentukan dalam kontrak, dengan kurs yang terjadi pada saat realisasi tersebut.
Transaksi option (currency option) yaitu perjanjian yang memberikan hak opsi (pilihan) kepada pembeli opsi untuk merealisasi kontrak jual beli valutaa asing, tidak diikuti dengan pergerakan dana dan dilakukan pada atau sebelum waktu yang ditentukan dalam kontrak, dengan kurs yang terjadi pada saat realisasi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar