Rabu, 09 Maret 2016

Sisitem Keuangan ( MLK ) - pert1



Sistem Keuangan


Karakteristik sistem keuangan paling dominan dapat diamati adalah begitu cepatnya perubahan yang terjadi  seiring dengan pesatnya perkembangan di bidang ekonomi. Kebijakan di bidang keuangan, moneter, dan perbankan dari waktu ke waktu perlu dilakukan penyesuaian mengikuti dinamika ekonomi sebagai dampak dari globalisasi.  Perubahan yang terjadi pada ekonomi suatu negara maju  akan berdampak  pada perekonomian negara lain, terutama kegiatan bursa saham.
Sistem keuangan alternatif yang tepat  pada modern ini. Apabila  aktivitas keuangan antara suatu lembaga dengan lembaga keuangan lain, antara suatu negara dengan negara lain, dilakukan tanpa adanya  sistem keuangan yang baik, maka semua transaksi-transaksi keuangan yang terjadi akan berantakan . Sistem pembayaran atau nilai tukar  tidak mungkin akan terlaksana tanpa adanya sistem keuangan.         
Tugas utama sistem keuangan dalam perekonomian modern adalah memindahkan dana dari penabung kepada peminjam yang membutuhkan dana, untuk membeli barang dan jasa atau melakukan investasi dalam bentuk peralatan-peralatan baru . Tanpa suatu sistem keuangan, kekuatan dan kemampuan perusahaan atau  rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya maupun berinvestasi akan berkurang.

Sistem keuangan dalam perekonomian memiliki sekurang-kurangnya 7 fungsi pokok, yaitu:
Fungsi tabungan (savings function)
Sistem keuangan menyediakan  mekanisme  tabungan, misalnya: obligasi, saham dll yang dapat diperjualbelikan di pasar uang dan pasar modal.  Dana dari kepemilikan akan digunakan kembali untuk melakukan investasi dalam produksi barang dan jasa yang akhirnya dapat membuat  perekonomian lebih terarah.
Fungsi kekayaan (wealth function)
Sistem keuangan yang dapat menyimpan dana yang berlebih dari masyarakat dalam bentuk obligasi, saham, surat utang negara, dll. Nantinya bentuk tersebut tidak akan berkurang malah akan memberikan pendapatan bagi pemiliknya. Dibandingkan jika digunakan untuk membeli mobil sebagai pilihan dalam menyimpan harta, karna nilai mobil tersebut akan berkurang akibat mengalami penyusutan.
Fungsi likuiditas (liquidity function)
Kekayaan yang disimpan  menjadi kas atau uang tunai dengan cepat dan akan memperkecil resiko yang ada, apabila sang pemilik membutuhkan uang tunai. Uang yang disimpan di bank dapat mengalami penurunan nilai akibat terjadinya inflasi, dan hasil yang diberikan dari tabungan dana di bank relatif kecil bila dibandingkan dengan  pasar-pasar keuangan.
Fungsi kredit (credit function)
Pasar keuangan disamping menyediakan likuiditas dan fasilitas kredit untuk membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi. Konsumen membutuhkan kredit untuk membeli barang-barang, misalnya rumah dan mobil. Sedangkan sektor usaha membutuhkan kredit untuk membiayai produksi dan investasi yang dilakukan.
Fungsi pembayaran (payment function)
Sistem keuangan juga menyediakan  pembayaran atas transaksi barang dan jasa antara lain: cek, giro, kartu kredit dan kartu debit. Jasa-jasa yang ditawarkan oleh pihak bank  sangat bervariasi dalam hal jasa pembayaran, misalnya: kliring, transfer elektronik, phone banking, dan banyak lagi. Pembayaran atau transfer secara on line menjadi suatu trend baru yang dilakukan oleh pihak perbankan, dan juga dapat menjadi suatu alternatif bagi perbankan dalam memperoleh pendapatan dan meningkatkan fee base income.
Fungsi resiko (risk function)
Sistem keuangan  memberikan/menawarkan proteksi terhadap jiwa, kesehatan, harta, dan resiko kerugian terhadap semua unit usaha dan konsumen. Asuransi diberikan agar memberikan proteksi terhadap kemungkinan hilangnya penghasilan nasabah mereka.

http://www.studibisnis.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar