Sistem Keuangan
Karakteristik sistem keuangan paling dominan dapat diamati adalah
begitu cepatnya perubahan yang terjadi seiring
dengan pesatnya perkembangan di bidang ekonomi. Kebijakan di bidang keuangan,
moneter, dan perbankan dari waktu ke waktu perlu dilakukan penyesuaian mengikuti
dinamika ekonomi sebagai dampak dari globalisasi. Perubahan yang terjadi pada ekonomi suatu negara
maju akan berdampak pada perekonomian negara lain, terutama
kegiatan bursa saham.
Sistem keuangan alternatif yang
tepat pada modern ini. Apabila aktivitas keuangan antara suatu lembaga dengan
lembaga keuangan lain, antara suatu negara dengan negara lain, dilakukan tanpa
adanya sistem keuangan yang baik, maka
semua transaksi-transaksi keuangan yang terjadi akan berantakan . Sistem
pembayaran atau nilai tukar tidak
mungkin akan terlaksana tanpa adanya sistem keuangan.
Tugas utama sistem keuangan dalam perekonomian modern adalah
memindahkan dana dari penabung kepada peminjam yang membutuhkan dana, untuk
membeli barang dan jasa atau melakukan investasi dalam bentuk peralatan-peralatan
baru . Tanpa suatu sistem keuangan, kekuatan dan kemampuan perusahaan atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya
maupun berinvestasi akan berkurang.
Sistem keuangan dalam perekonomian memiliki
sekurang-kurangnya 7 fungsi pokok, yaitu:
Fungsi tabungan (savings function)
Sistem keuangan menyediakan mekanisme tabungan, misalnya: obligasi, saham dll yang dapat diperjualbelikan di pasar uang dan pasar modal. Dana dari kepemilikan akan digunakan kembali untuk melakukan investasi dalam produksi barang dan jasa yang akhirnya dapat membuat perekonomian lebih terarah.
Fungsi kekayaan (wealth function)
Sistem keuangan yang dapat menyimpan dana yang berlebih dari masyarakat dalam bentuk obligasi, saham, surat utang negara, dll. Nantinya bentuk tersebut tidak akan berkurang malah akan memberikan pendapatan bagi pemiliknya. Dibandingkan jika digunakan untuk membeli mobil sebagai pilihan dalam menyimpan harta, karna nilai mobil tersebut akan berkurang akibat mengalami penyusutan.
Fungsi likuiditas (liquidity function)
Kekayaan yang disimpan menjadi kas atau uang tunai dengan cepat dan akan memperkecil resiko yang ada, apabila sang pemilik membutuhkan uang tunai. Uang yang disimpan di bank dapat mengalami penurunan nilai akibat terjadinya inflasi, dan hasil yang diberikan dari tabungan dana di bank relatif kecil bila dibandingkan dengan pasar-pasar keuangan.
Fungsi kredit (credit function)
Pasar keuangan disamping menyediakan likuiditas dan fasilitas kredit untuk membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi. Konsumen membutuhkan kredit untuk membeli barang-barang, misalnya rumah dan mobil. Sedangkan sektor usaha membutuhkan kredit untuk membiayai produksi dan investasi yang dilakukan.
Fungsi pembayaran (payment function)
Sistem keuangan juga menyediakan pembayaran atas transaksi barang dan jasa antara lain: cek, giro, kartu kredit dan kartu debit. Jasa-jasa yang ditawarkan oleh pihak bank sangat bervariasi dalam hal jasa pembayaran, misalnya: kliring, transfer elektronik, phone banking, dan banyak lagi. Pembayaran atau transfer secara on line menjadi suatu trend baru yang dilakukan oleh pihak perbankan, dan juga dapat menjadi suatu alternatif bagi perbankan dalam memperoleh pendapatan dan meningkatkan fee base income.
Fungsi resiko (risk function)
Sistem keuangan memberikan/menawarkan proteksi terhadap jiwa, kesehatan, harta, dan resiko kerugian terhadap semua unit usaha dan konsumen. Asuransi diberikan agar memberikan proteksi terhadap kemungkinan hilangnya penghasilan nasabah mereka.
http://www.studibisnis.com
Fungsi tabungan (savings function)
Sistem keuangan menyediakan mekanisme tabungan, misalnya: obligasi, saham dll yang dapat diperjualbelikan di pasar uang dan pasar modal. Dana dari kepemilikan akan digunakan kembali untuk melakukan investasi dalam produksi barang dan jasa yang akhirnya dapat membuat perekonomian lebih terarah.
Fungsi kekayaan (wealth function)
Sistem keuangan yang dapat menyimpan dana yang berlebih dari masyarakat dalam bentuk obligasi, saham, surat utang negara, dll. Nantinya bentuk tersebut tidak akan berkurang malah akan memberikan pendapatan bagi pemiliknya. Dibandingkan jika digunakan untuk membeli mobil sebagai pilihan dalam menyimpan harta, karna nilai mobil tersebut akan berkurang akibat mengalami penyusutan.
Fungsi likuiditas (liquidity function)
Kekayaan yang disimpan menjadi kas atau uang tunai dengan cepat dan akan memperkecil resiko yang ada, apabila sang pemilik membutuhkan uang tunai. Uang yang disimpan di bank dapat mengalami penurunan nilai akibat terjadinya inflasi, dan hasil yang diberikan dari tabungan dana di bank relatif kecil bila dibandingkan dengan pasar-pasar keuangan.
Fungsi kredit (credit function)
Pasar keuangan disamping menyediakan likuiditas dan fasilitas kredit untuk membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi. Konsumen membutuhkan kredit untuk membeli barang-barang, misalnya rumah dan mobil. Sedangkan sektor usaha membutuhkan kredit untuk membiayai produksi dan investasi yang dilakukan.
Fungsi pembayaran (payment function)
Sistem keuangan juga menyediakan pembayaran atas transaksi barang dan jasa antara lain: cek, giro, kartu kredit dan kartu debit. Jasa-jasa yang ditawarkan oleh pihak bank sangat bervariasi dalam hal jasa pembayaran, misalnya: kliring, transfer elektronik, phone banking, dan banyak lagi. Pembayaran atau transfer secara on line menjadi suatu trend baru yang dilakukan oleh pihak perbankan, dan juga dapat menjadi suatu alternatif bagi perbankan dalam memperoleh pendapatan dan meningkatkan fee base income.
Fungsi resiko (risk function)
Sistem keuangan memberikan/menawarkan proteksi terhadap jiwa, kesehatan, harta, dan resiko kerugian terhadap semua unit usaha dan konsumen. Asuransi diberikan agar memberikan proteksi terhadap kemungkinan hilangnya penghasilan nasabah mereka.
http://www.studibisnis.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar