Resiko
Risiko sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Enterprise Risk Management (ERM) adalah suatu
proses untuk mengelola risiko perusahaan secara menyeluruh (firm-wide basis). Manajemen
Risiko adalah perusahaan menerapkan fungsi-fungsi manajemen dan sekaligus menanggulanginya. Risiko tidak hanya ada pada organisasi / perusahaan
teteapi juga dalam keluarga dan masyarakat.
Jadi Manajemen Risiko mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,
memimpin, mengkoordinir dan mengawasi program penanggulangan risiko.
Karakteristik Risiko
a. Merupakan ketidakpastian.
b. Bila terjadi akan menimbulkan kerugian.
Jadi ketidakpastian merupakan kondisi yang menyebabkan timbulnya risiko. Kondisi ketidakpastian sendiri timbul karena berbagai sebab, antara lain
Jadi ketidakpastian merupakan kondisi yang menyebabkan timbulnya risiko. Kondisi ketidakpastian sendiri timbul karena berbagai sebab, antara lain
a. Tenggang waktu antara perencanaan sampai perenanaan itu berakhir, makin panjang / lama masa tenggang waktunya akan makin besar ketidakpastiannya dan makin besar resikonya.
b. Keterbatasan
informasi diperlukan untuk penyusunan rencana.
c. Keterbatasan pengetahuan/kemampuan dalam pengambilan keputusan dari perencana.
Wujud
Risiko
Risiko dapat
berwujud dalam berbagai bentuk, antara lain :
· Berupa kerugian atas harta milik/kekayaan atau penghasilan,
misalnya yang diakibatkan oleh kebakaran, pencurian, pengangguran dan
sebagainya.
· Berupa penderitaan seseorang, misalnya sakit/cacat karena
kecelakaan.
· Berupa tanggung jawab
hukum, misalnya risiko dari perbuatan atau peristiwa yang merugikan orang lain.
· Berupa kerugian karena perubahan pasar, misalnya karena
terjadinya perubahan harga, perubahan selera konsumen, dan sebagainya.
Macam-macam
Risiko
Risiko
dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara, antara lain :
Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya
1. Risiko
berdasarkan sifatnya
a. Risiko Spekulatif
Risiko spekulatif adalah keadaan yang dihadapi perusahaan. Resiko spekulatif dikenal dengan istilah risiko bisnis (business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya akan menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan investasinya menguntungkan atau merugikan. Umumnya tidak bisa diasuransikan. Contoh dari risiko ini adalah : kita menggunakan modal untuk membuka usaha rumah makan, atau digunakan untuk investasi membangun pembangkit baru. Dalam membuka usaha baru ini pasti akan ada kemungkinan risiko rugi, tapi juga ada peluang untuk memperoleh keuntungan.
b. Risiko Murni
Risiko murni (pure risk) biasanya berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak menguntungkan. Salah satu contohnya adalah kebakaran, apabila perusahaan mengalami kebakaran, maka perusahaan tersebut akan mengalami kerugian. Kebakaran akan menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu.
Salah satu cara menghindari risiko murni adalah dengan asuransi. Oleh karna itu, besarnya kerugian dapat diminimalkan. Itu sebabnya risiko murni dikenal dengan istilah risiko yang dapat diansuransikan (insurable risk).
a. Risiko Spekulatif
Risiko spekulatif adalah keadaan yang dihadapi perusahaan. Resiko spekulatif dikenal dengan istilah risiko bisnis (business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya akan menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan investasinya menguntungkan atau merugikan. Umumnya tidak bisa diasuransikan. Contoh dari risiko ini adalah : kita menggunakan modal untuk membuka usaha rumah makan, atau digunakan untuk investasi membangun pembangkit baru. Dalam membuka usaha baru ini pasti akan ada kemungkinan risiko rugi, tapi juga ada peluang untuk memperoleh keuntungan.
b. Risiko Murni
Risiko murni (pure risk) biasanya berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak menguntungkan. Salah satu contohnya adalah kebakaran, apabila perusahaan mengalami kebakaran, maka perusahaan tersebut akan mengalami kerugian. Kebakaran akan menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu.
Salah satu cara menghindari risiko murni adalah dengan asuransi. Oleh karna itu, besarnya kerugian dapat diminimalkan. Itu sebabnya risiko murni dikenal dengan istilah risiko yang dapat diansuransikan (insurable risk).
2. Risiko
berdasarkan dapat tidaknya dialihkan
a. Risiko yang dapat dialihkan
Risiko yang dapat dialihkan adalah risiko sebagai obyek yang terkena resiko untuk membayar sejumlah premi kepada perusahaan asuransi. Berarti kerugian tersebut menjadi tanggungan (beban) perusahaan asuransi.
b. Risiko yang tidak dapat dialihkan
Risiko yang tidak dapat dialihkan yaitu semua risiko yang termasuk dalam risiko spekulatif tidak dapat dipertanggungkan pada perusahaan asuransi.
3. Risiko berdasarkan asal timbulnya
a. Risiko Internal
Risiko Internal yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Misalnya risiko kerusakan peralatan kerja karena kesalahan operasi, risiko kecelakaan kerja dan sebagainya.
b. Risiko Eksternal
Risiko Eksternal yaitu risiko yang berasal dari luar perusahaan atau lingkungan luar perusahaan. Misalnya risiko pencurian, penipuan, fluktuasi harga, perubahan politik, dan sebagainya.
a. Risiko yang dapat dialihkan
Risiko yang dapat dialihkan adalah risiko sebagai obyek yang terkena resiko untuk membayar sejumlah premi kepada perusahaan asuransi. Berarti kerugian tersebut menjadi tanggungan (beban) perusahaan asuransi.
b. Risiko yang tidak dapat dialihkan
Risiko yang tidak dapat dialihkan yaitu semua risiko yang termasuk dalam risiko spekulatif tidak dapat dipertanggungkan pada perusahaan asuransi.
3. Risiko berdasarkan asal timbulnya
a. Risiko Internal
Risiko Internal yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Misalnya risiko kerusakan peralatan kerja karena kesalahan operasi, risiko kecelakaan kerja dan sebagainya.
b. Risiko Eksternal
Risiko Eksternal yaitu risiko yang berasal dari luar perusahaan atau lingkungan luar perusahaan. Misalnya risiko pencurian, penipuan, fluktuasi harga, perubahan politik, dan sebagainya.
Tujuan Manajemen Risiko
1.
Memastikan risiko yang telah diidentifikasikan dan dinilai, sehingga segera
dibuatkan rencana tindakan untuk
meminimalisasi dampak yang terjadi untuk kedepannya.
2.
Memastikan rencana tindakan telah dilaksanakan secara efektif
3.
Meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, risiko yang terjadi dapat
menghambat proses berjalannya
perusahaan. Termasuk cara mengatasi gangguan proses perusahaan yang
telah diantisipasi sebelumnya, sehingga jika memang gangguan itu ada maka
perusahaan telah siap untuk menanganinya.
4.
Membantu manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan dengan menyediakan
informasi mengenai resiko yang sering dihadapi perusahaan.
5. Memberikan jaminan atas pencapaian sasaran
perusahaan, termasuk kemampan menangani risiko peusahaan yang juga meningkat.
1.
Menemukan Kerugian Potensial Artinya berupaya untuk menemukan/mengidentifikasi penyebab terjadinya
resiko yang dihadapi perusahaan.
2.
Mengevaluasi Kerugian Potensial Artinya melakukan evaluasi dan penilaian terhadap kerugian yang dihadapi oleh perusahaan.
3. Memilih
Teknik/Cara yang Tepat atau Menentukan suatu kombinasi
dari Teknik-teknik
Yang tepat Guna Menanggulangi Kerugian Ada 4 (empat) cara yang dipakai untuk menanggulangi risiko yaitu : mengurangi kesempatan terjadinya kerugian, mengevaluasi, mengasuransikan dan menghindari. Dimana tugas dari Manajer Risiko adalah memilih salah satu cara yang
paling tepat untuk menanggulangi suatu risiko atau memilih suatu kombinasi dari
cara-cara yang paling tepat untuk menanggulangi risiko.
Proses Pengelolaan Risiko
Dalam proses pengelolaan risiko langkah-langkah yang harus dilalui pada pokoknya adalah :
Dalam proses pengelolaan risiko langkah-langkah yang harus dilalui pada pokoknya adalah :
1.
Menemukan dahulu obyektif (tujuan) yang ingin dicapai dari pengelolaan
risiko.
2.
Mengidentifikasi
terjadinya kerugian atau risiko
yang dihadapi. Langkah ini adalah yang paling sulit, tetapi juga paling
penting
keberhasilan
pengelolaan risiko sangat tergantung pada hasil identifikasi ini.
3.
Mengevaluasi
dan mengukur besarnya kerugian potensial :
a. Besarnya kemungkinan resiko yang akan terjadi selama suatu periode tertentu (frekuensinya).
b. Besarnya efek kerugian terhadap kondisi keuangan perusahaan organisasi.
a. Besarnya kemungkinan resiko yang akan terjadi selama suatu periode tertentu (frekuensinya).
b. Besarnya efek kerugian terhadap kondisi keuangan perusahaan organisasi.
4.
Mencari
cara atau mengkombinasi
alternatif yang paling baik, tepat dan ekonomis untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang timbul akibat terjadinya suatu resiko. Upaya-upaya tersebut antara lain meliputi :
a. Menghindari kemungkinan terjadinya resiko
b. Mengurangi kesempatan terjadinya resiko
c. Memindahkan kerugian potensial kepada pihak lain (mengasuransikan),
d. Menerima dan memikul kerugian yang timbul (meretensi).
a. Menghindari kemungkinan terjadinya resiko
b. Mengurangi kesempatan terjadinya resiko
c. Memindahkan kerugian potensial kepada pihak lain (mengasuransikan),
d. Menerima dan memikul kerugian yang timbul (meretensi).
5.
Mengkoordinir dan Mengkoordinasi keputusan-keputusan yang telah diambil untuk menanggulangi
risiko. Misalnya membuat perlindungan yang layak terhadap kecelakaan
kerja, menghubungi, memilih dan menyelesaikan pengalihan risiko kepada
perusahaan asuransi.
6.
Memantau
dan mengevaluasi semua langkah-langkah atau strategi yang telah diambil dalam
menanggulangi risiko. Hal ini sangat penting terutama untuk dasar
kebijaksanaan pengelolaan risiko di masa mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar