Alternatif Resiko
Resiko berhubungan dengan
ketidakpastian. Ini terjadi karena tidak
tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak
pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Secara umum
resiko diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan
di mana terdapat kemungkinan yang merugikan
Beberapa alternatif bisa dipilih
untuk mengelola risiko yang dihadapi, yaitu :
- PENGHINDARAN RISIKO ( RISK AVOIDANCE )
Risiko yang terjadi dapat diatasi
dengan berbagai tindakan pencegahan
2. PENANGGUNGGAN ATAU PENAHANAN RISIKO ( RISK RETENTION )
Perusahaan menanggung sendiri risiko
yang muncul. Jika risiko benar terjadi, perusahaan tersebut harus menyediakan
dana untuk menanggung risiko tersebut.
3. PENGALIHAN RISIKO ( RISK TRANSFER )
Memindahkan risiko ke pihak lain
( mentransfer risiko ke pihak lain). Karena pihak lain biasanya mempunyai
kemampuan yang lebih baik untuk mengendalikan risiko, baik karena skala ekonomi
yang lebih baik sehingga bisa mendiversifikasikan risiko lebih baik.
Risiko ini
bisa dilakukan melalui beberapa cara :
1) Asuransi
Asuransi merupakan metode transfer
risiko yang paling umum, khususnya untuk risiko murni ( pure risk ).
Asuransi adalah kontak perjanjian antara yang diasuransikan ( insured ) dan
perusahaan asuransi ( insurer ), di mana insurer bersedia
memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pihak yang diasuransikan, dan
pihak pengasuransi ( insurer ) memperoleh premi asuransi
sebagai balasannya.
2) Hedging
Hedging atau lindung nilai pada
dasarnya mentransfer risiko kepada pihak lain yang lebih bisa mengelola risiko
lebih baik melalui transaksi instrument keuangan.
3). Incorporated
Incorporated atau membentuk perseroan terbatas
merupakan alternatif transer risiko, karena kewajiban pemegang saham dalam
perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang disetorkan.
- PENGENDALIAN RISIKO (RISK CONTROL)
Merupakan tahapan yang harus
dilakukan seseorang/perusahaan setelah mengetahui risiko yg dihadapi dan
menganalisis risiko tersebut.
Pengendalian risiko dapat dilakukan 2
cara :
1. Pengendalian risiko secara fisik
(physical)
Pengurangan dan pencegahan risiko
saling berkaitan erat dan pada dasarnya dapat dicapai dengan cara mengurangi maupun menyingkirkan
sebagian atau sepenuhnya risiko yang akan timbul.
2. Pengendalian risiko secara financial
Dimana
risiko tersebut ditransfer ke perusahaan asuransi.
KEPUTUSAN MEMILIH ALTERNATIF
MANAJEMEN RISIKO
|
Frekuensi
(Probabilitas )
|
Severity (Keseriusan
)
|
Teknik yg dipilih
|
|
Rendah
|
Rendah
|
Ditahan
|
|
Tinggi
|
Rendah
|
Ditahan
|
|
Rendah
|
Tinggi
|
Ditransfer
|
|
Rendah
|
Tinggi
|
Dihindari
|
Fokus dan Timing Pengendalian
Risiko
a. Fokus pengendalian risiko
Pengendalian risiko bisa difokuskan
pada usaha mengurangi kemungkinan ( probability )
munculnya risiko dan mengurangi keseriusan ( severity ) konsekuensi
risiko tersebut. Pemisahan ( separation ) dan duplikasi
( duplication ) merupakan dua bentuk umum metode untuk
mengurangi keseriusan risiko.
b.Timing pengendalian
risiko
Dari sisi timing ( waktu ),
pengendalian risiko bisa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah risiko terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar