Minggu, 10 April 2016

Teknik Manaj.resiko ( MR )-pert4



Alternatif Resiko
Resiko berhubungan dengan ketidakpastian. Ini terjadi karena  tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Secara umum resiko diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan di mana terdapat kemungkinan yang merugikan
Beberapa alternatif bisa dipilih untuk mengelola risiko yang dihadapi, yaitu :
  1. PENGHINDARAN RISIKO ( RISK AVOIDANCE )
            Risiko yang terjadi dapat diatasi dengan berbagai tindakan pencegahan
            2.   PENANGGUNGGAN ATAU PENAHANAN RISIKO ( RISK RETENTION )
Perusahaan menanggung sendiri risiko yang muncul. Jika risiko benar terjadi, perusahaan tersebut harus menyediakan dana untuk menanggung risiko tersebut.
            3.     PENGALIHAN RISIKO ( RISK TRANSFER )
Memindahkan risiko ke pihak lain ( mentransfer risiko ke pihak lain). Karena pihak lain biasanya mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk mengendalikan risiko, baik karena skala ekonomi yang lebih baik sehingga bisa mendiversifikasikan risiko lebih baik.
            Risiko ini bisa dilakukan melalui beberapa cara :
1)      Asuransi
Asuransi merupakan metode transfer risiko yang paling umum, khususnya untuk risiko murni ( pure risk ). Asuransi adalah kontak perjanjian antara yang diasuransikan ( insured ) dan perusahaan asuransi ( insurer ), di mana insurer bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pihak yang diasuransikan, dan pihak pengasuransi ( insurer ) memperoleh premi asuransi sebagai balasannya.
2)    Hedging
Hedging atau lindung nilai pada dasarnya mentransfer risiko kepada pihak lain yang lebih bisa mengelola risiko lebih baik melalui transaksi instrument keuangan.
            3). Incorporated
Incorporated atau membentuk perseroan terbatas merupakan alternatif transer risiko, karena kewajiban pemegang saham dalam perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang disetorkan.
  1. PENGENDALIAN RISIKO (RISK CONTROL)
Merupakan tahapan yang harus dilakukan seseorang/perusahaan setelah mengetahui risiko yg dihadapi dan menganalisis risiko tersebut.
Pengendalian risiko dapat dilakukan 2 cara :
1.      Pengendalian risiko secara fisik (physical)
Pengurangan dan pencegahan risiko saling berkaitan erat dan pada dasarnya dapat dicapai  dengan cara mengurangi maupun menyingkirkan sebagian atau sepenuhnya risiko yang akan timbul.
2.      Pengendalian risiko secara financial
            Dimana risiko tersebut ditransfer ke perusahaan asuransi.


      KEPUTUSAN MEMILIH ALTERNATIF MANAJEMEN RISIKO
Frekuensi (Probabilitas )
Severity (Keseriusan )
Teknik yg dipilih
Rendah
Rendah
Ditahan
Tinggi
Rendah
Ditahan
Rendah
Tinggi
Ditransfer
Rendah
Tinggi
Dihindari

 Fokus dan Timing Pengendalian Risiko
a. Fokus pengendalian risiko
Pengendalian risiko bisa difokuskan pada usaha mengurangi kemungkinan ( probability ) munculnya risiko dan mengurangi keseriusan ( severity ) konsekuensi risiko tersebut. Pemisahan ( separation ) dan duplikasi ( duplication ) merupakan dua bentuk umum metode untuk mengurangi keseriusan risiko.
b.Timing pengendalian risiko
Dari sisi timing ( waktu ), pengendalian risiko bisa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah risiko terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar