Selasa, 22 Maret 2016

Manajemen Resiko (MR) - pert1



Resiko – Istilah yang sering kita temukan  dimanapun peusahaan, organisasi,keluarga dan masyarakat.
·               Ketidakpastian dalam bisnis akan menimbulkan resiko dalam bisnis.
·               Resiko akan memberikan ancaman (biaya, kerugian, dll) bagi perusahaan
·               Setiap resiko yang terjadi di dalam aktivitas bisnis harus senantiasa diminimalisasi 

Penyebab Risiko :
·         Risiko Intern – Dimana resiko itu terjadi karna ada penyebab didalam perusahaan
·         Risiko Ekstern – Dimana risiko itu terjadi karna ada penyebab diluar eksten
Bagaimana cara menanggulangi atau meminimalisasikan risiko ?
·         Mengadakan pencegahan dan penanggulangan kemungkinan terjadinya kemunculan risiko
·         Melakukan retensi adalah membiarkan terjadinya risiko agar tidak berpengaruh terhadap jalannya operasi disediakan dana untuk menanggulanginya.
·         Melakukan pengendalian terhadap risiko seperti perdagangan berjangka.
·         Mengaihkan atau memindahkan risiko terhadap pihak kedua. Contoh : Perusahaan asuransi dengan membayar premi asuransi secara teratur.
Manajemen Risiko
Seorang manajer harus mampu meminimalisasikan kemungkinsn risiko yang ada dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yang ada.  Sistem  pengawasan risiko dan  perlindungan harta benda, hak milik atas kemungkinan kerugian terjadinya risiko.
Konsep Risiko


Hazard adalah keadaan bahaya yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril (bencana).
Peril adalah suatu peristiwa/kejadian yang dapat menimbulkan kerugian atau bermacam kerugian.
Losser adalah kerugian yang diderita akibat kejadian yang tidak diharapkan tapi ternyata terjadi

Manfaat Manajemen risiko :
*      Membantu perusahaan menghindari semaksimal mungkin biaya-biaya yang terpaksa harus dikeluarkan.
*      Membantu manajemen untuk memutuskan apakah rIsiko yang dihadapi perusahaan akan dihindari atau diambil.
*      Jika penaksiran risiko dilakukan secara akurat maka dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan 

Langkah-langkah analisis resiko :
Langkah 1 : Menganalisis risiko perusahaan dan identifikasikan potensi kerugian.
Langkah 2 : Mengukur frekuensi dan parahnya kerugian serta dampaknya: Untuk mengukur frekuensi dan parahnya kerugian, perhatikan sejarah masa lalu dan aktivitas terkini.
Langkah 3 : Mengevaluasi alternatif, dan memilih teknik yang akan paling baik menangani kerugian.
Langkah 4 : Mengimplementasi progam manajemen risiko. Keputusan manajemen risiko tergantung pada teknik dan aktivitas yang dikelola.
Langkah 5 : Memantu hasil, Manajer memantau hasil keputusan yang diambil dan mengevalusi kedepannya, agar tidak terjadi risiko yang sama,

Pengaruh Manajemen risiko terhadap perusahan, keluarga dan masyarakat.
Terhadap Perusahaan
   1.        Manajemen risiko mungkin dapat mencegah perusahaan dari kegagalan
2.      Manajemen risiko menunjang secara langsung peningkatan laba, dengan pengurangi pengeluaran dengan mengurangi resiko kerugian
3.      Manajemen risiko dapat menyumbang laba dengan cara : Keberhasilan mengelolah risiko murni menimbulkan keyakinan dan kedamaian pada pimpinan perusahaan sehingga meningkatkan kemampuannya untuk menganalisis dan mengambil keputusan yang bersifat spekulatif
Karena dapat mengurangi fluktuasi laba tahunan dan aliran kas.
4.      Manajemen risiko melindungi perusahaan dari resiko murni, karena kreditur pelanggan dan pemasok menyukai perusahaan yang di lindungi.

Terhadap keluarga `:
1.      Manajemen risiko akan mampu melindungi keluarga dari kerugian-kerugian yang parah sehingga keluarga terhindar dari musibah
2.      Manajemen risiko memungkinkan keluarga untuk mengurangi pengeluaran asuransi tanpa mengurangi sifat perlindungannya
3.      Manajemen risiko dapat melindungi keluarga terhadap kematian, kesehatan, kehilangan atau kerusakaan harta benda, sehingga lebih berani menanggung resiko dalam investasi
                              
4.  Manajemen risiko dapat menyembukan keluarga dari tekannan fisik dan mental sehingga dapat menolong orang lain

Tehadap masyarakat
Manajemen risiko membuat masyarakat sekitar perusahaan akan ikut menikmati, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap hasil penanggulangan risiko yang dilakukan perusahan, misalnya masyarakat tidak terganggu akibat pemogokan kerja, demo karyawan serta terhindar dari pencemaran lingkungan












Tidak ada komentar:

Posting Komentar