Selasa, 22 Maret 2016

konsep uang (MLK) - pert2



Konsep Uang

Uang diartikan secara luas sebagai alat tukar menukar.
Masyarakat menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa.
A.                Sejarah Perkembangan Uang
Adapun sejarah uang, yaitu :
1.    Tahap sebelum barter
Pada tahap ini masyarakat belum mengenal barter karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan usaha sendiri. Jadi apa yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk memenui kebutuhannya sendiri.
2.    Tahap barter
Tahap selanjutnya bahwa apa yang diperoleh sendiri tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk memperoleh barang yang tidak dapat didapatkan sendiri mereka mencari dari orang yang ingin menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang lain yang dibutuhkannya. Akibatnya barter, yaitu barang ditukar dengan baran
 
 











3.    Tahap uang logam
Tahap selanjutnya adalah tahap uang logam. Logam dipilih sebagai bahan uang karena:
a.    Diterima umum
b.    Tahan lama dan tidak mudah rusak
c.    Memiliki nilai tinggi
d.   Mudah dibawa
e.    Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai
f.   Mudah dikontrol
Sejalan dengan perkembangannyaa, alat tukar-menukar logam ini semakin berkembang. Sedangkan jumlah logam terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar (sulit dalam hal penyimpanan dan pengangkutan). Sehingga terciptalah uang kertas.
5.    Tahap uang kertas
Uang kertas yang beredar adalah bukti  kepemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar  merupakan uang yang dijamin  dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya.
Uang kertas bank à Uang dipercaya masyarakat
B.      Fungsi Uang
1.    Fungsi Asli
a.    Sebagai alat tukar (medium of change)
Dengan uang sekarang tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
b.    Sebagai satuan hitung (unit of account)
Uang dipakai untuk menunjukkan nilai berbagai barang dan jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
c.    Sebagai penyimpan nilai (store of value)
Uang dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang menerima sejumlah uang , maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
2.    Fungsi Turunan
a.    Sebagai alat pembayaran
b.    Untuk menentukan harga
c.    Sebagai alat pembayaran hutang
d.   Sebagai alat penimbun kekayaan
e.    Sebagai alat pemindahan kekayaan (modal)
f.     Sebagai alat untuk meningkatkan status social

C.  Ciri dan Syarat Uang : 
  Ada jaminan 
 Diterima umum 
 Nilainya stabil 
 Mudah disimpan 
 Mudah dibawa 
 Tidak mudah rusak 

 Mudah dibagi

D.    Jenis Uang

Berdasarkan badan pembuatannya


 
 








 

         
            Uang Kartal         : Logam dan Kertas
Uang Giral           : Cek, Giro, Wesel, Rekening
 Berdasarkan Nilai Uang
a.       Nilai Nominal         : Angka nominal yang tertera pada uang
b.      Nila Riil                      : Kemampuan uang itu sendiri yang dapat ditukarkan dengan barang/jasa
c.       Nilai Eksternal        : Kemampuan ditukarakan dengan mata uang asing
Adanya kurs jual dan kurs beli
d.      Nilai Intrinsik          : Nilai bahan untuk membuat uang itu sendiri.

Berdasarkan Nilainya
a.    Uang bernilai penuh (full bodied money)
Nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal = nilai instrinsik. Jika uang tersebut terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
b.    Uang yang nilai terkandungnya (intrinsik) sama dengan nilai nominalnya.
c.    Uang yang tidak bernilai penuh (representative full bodied money).
Uang ini terbuat dari kertas, dengan demikian nilainya sebagai barang tidak ada (nol). Uang jenis ini hanya mewakili dari sejumlah barang/logam di mana nilai logam sebagai barang sama dengan nilainya sebagai uang.
e.       Token money uang yang bertanda, artinya uang yang nilai intrinsiknya lebih  kecil daripada nilai nominalnya.

Berdasarkan Kawasan/Daerah.
a.    Uang Domestik (uang yang berlakunya hanya di suatu negara tertentu, diluar Negara tersebut mungkint tidak berlaku).
b.    Uang Internasional (uang yang berlaku tidak hanya pada suatu negara tetapi mungkin diakui dan berlaku di seluruh dunia)



Manajemen Resiko (MR) - pert1



Resiko – Istilah yang sering kita temukan  dimanapun peusahaan, organisasi,keluarga dan masyarakat.
·               Ketidakpastian dalam bisnis akan menimbulkan resiko dalam bisnis.
·               Resiko akan memberikan ancaman (biaya, kerugian, dll) bagi perusahaan
·               Setiap resiko yang terjadi di dalam aktivitas bisnis harus senantiasa diminimalisasi 

Penyebab Risiko :
·         Risiko Intern – Dimana resiko itu terjadi karna ada penyebab didalam perusahaan
·         Risiko Ekstern – Dimana risiko itu terjadi karna ada penyebab diluar eksten
Bagaimana cara menanggulangi atau meminimalisasikan risiko ?
·         Mengadakan pencegahan dan penanggulangan kemungkinan terjadinya kemunculan risiko
·         Melakukan retensi adalah membiarkan terjadinya risiko agar tidak berpengaruh terhadap jalannya operasi disediakan dana untuk menanggulanginya.
·         Melakukan pengendalian terhadap risiko seperti perdagangan berjangka.
·         Mengaihkan atau memindahkan risiko terhadap pihak kedua. Contoh : Perusahaan asuransi dengan membayar premi asuransi secara teratur.
Manajemen Risiko
Seorang manajer harus mampu meminimalisasikan kemungkinsn risiko yang ada dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yang ada.  Sistem  pengawasan risiko dan  perlindungan harta benda, hak milik atas kemungkinan kerugian terjadinya risiko.
Konsep Risiko


Hazard adalah keadaan bahaya yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril (bencana).
Peril adalah suatu peristiwa/kejadian yang dapat menimbulkan kerugian atau bermacam kerugian.
Losser adalah kerugian yang diderita akibat kejadian yang tidak diharapkan tapi ternyata terjadi

Manfaat Manajemen risiko :
*      Membantu perusahaan menghindari semaksimal mungkin biaya-biaya yang terpaksa harus dikeluarkan.
*      Membantu manajemen untuk memutuskan apakah rIsiko yang dihadapi perusahaan akan dihindari atau diambil.
*      Jika penaksiran risiko dilakukan secara akurat maka dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan 

Langkah-langkah analisis resiko :
Langkah 1 : Menganalisis risiko perusahaan dan identifikasikan potensi kerugian.
Langkah 2 : Mengukur frekuensi dan parahnya kerugian serta dampaknya: Untuk mengukur frekuensi dan parahnya kerugian, perhatikan sejarah masa lalu dan aktivitas terkini.
Langkah 3 : Mengevaluasi alternatif, dan memilih teknik yang akan paling baik menangani kerugian.
Langkah 4 : Mengimplementasi progam manajemen risiko. Keputusan manajemen risiko tergantung pada teknik dan aktivitas yang dikelola.
Langkah 5 : Memantu hasil, Manajer memantau hasil keputusan yang diambil dan mengevalusi kedepannya, agar tidak terjadi risiko yang sama,

Pengaruh Manajemen risiko terhadap perusahan, keluarga dan masyarakat.
Terhadap Perusahaan
   1.        Manajemen risiko mungkin dapat mencegah perusahaan dari kegagalan
2.      Manajemen risiko menunjang secara langsung peningkatan laba, dengan pengurangi pengeluaran dengan mengurangi resiko kerugian
3.      Manajemen risiko dapat menyumbang laba dengan cara : Keberhasilan mengelolah risiko murni menimbulkan keyakinan dan kedamaian pada pimpinan perusahaan sehingga meningkatkan kemampuannya untuk menganalisis dan mengambil keputusan yang bersifat spekulatif
Karena dapat mengurangi fluktuasi laba tahunan dan aliran kas.
4.      Manajemen risiko melindungi perusahaan dari resiko murni, karena kreditur pelanggan dan pemasok menyukai perusahaan yang di lindungi.

Terhadap keluarga `:
1.      Manajemen risiko akan mampu melindungi keluarga dari kerugian-kerugian yang parah sehingga keluarga terhindar dari musibah
2.      Manajemen risiko memungkinkan keluarga untuk mengurangi pengeluaran asuransi tanpa mengurangi sifat perlindungannya
3.      Manajemen risiko dapat melindungi keluarga terhadap kematian, kesehatan, kehilangan atau kerusakaan harta benda, sehingga lebih berani menanggung resiko dalam investasi
                              
4.  Manajemen risiko dapat menyembukan keluarga dari tekannan fisik dan mental sehingga dapat menolong orang lain

Tehadap masyarakat
Manajemen risiko membuat masyarakat sekitar perusahaan akan ikut menikmati, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap hasil penanggulangan risiko yang dilakukan perusahan, misalnya masyarakat tidak terganggu akibat pemogokan kerja, demo karyawan serta terhindar dari pencemaran lingkungan